Hulubalang Melayu

Hulubalang Melayu

Saturday, August 13, 2011

Kisah PengIslaman Jawa & Runtuhnya Majaphit

Majapahit adalah sebuah Kerajaan besar. Wilayahnya membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua. Bahkan, Malaka yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia, termasuk wilayah kerajaan Majapahit.

Majapahit berdiri pada tahun 1292 Masehi. Didirikan oleh Raden Wijaya yang lantas setelah dikukuhkan sebagai Raja beliau bergelar Shrii Kertarajasha Jayawardhana. Eksistensi Majapahit sangat disegani diseluruh dunia. Diwilayah Asia, hanya Majapahit yang ditakuti oleh Kekaisaran Tiongkok China. Di Asia ini, pada abad XIII, hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit.

Lambang Negara Majapahit adalah Surya. Benderanya berwarna Merah dan Putih. Melambangkan darah putih dari ayah dan darah merah dari ibu. Lambang nasionalisme sejati. Lambang kecintaan pada bhumi pertiwi. Karma Bhumi. Dan pada jamannya, bangsa kita pernah menjadi Negara adikuasa, superpower, layaknya Amerika dan Inggris sekarang. Pusat pemerintahan ada di Trowulan, sekarang didaerah Mojokerto, Jawa Timur. Pelabuhan iInternasional-nya waktu itu adalah Gresik.

Agama resmi Negara adalah Hindhu aliran Shiva dan Buddha. Dua agama besar ini dikukuhkan sebagai agama resmi Negara. Sehingga kemudian muncul istilah agama Shiva Buddha. Nama Majapahit sendiri diambil dari nama pohon kesayangan Deva Shiva, Avatara Brahman, yaitu pohon Bilva atau Vilva. Di Jawa pohon ini terkenal dengan nama pohon Maja, dan rasanya memang pahit. Maja yang pahit ini adalah pohon suci bagi penganut agama Shiva, dan nama dari pohon suci ini dijadikan nama kebesaran dari sebuah Emperor di Jawa. Dalam bahasa sanskerta, Majapahit juga dikenal dengan nama Vilvatikta - orang Jawa juga mengenal Kerajaan besar ini dengan nama Wilwatikta.

Kebesaran Majapahit mencapai puncaknya pada jaman pemerintahan Ratu Tribhuwanatunggadewi Jayawishnuwardhani (1328-1350 M). Dan mencapai jaman keemasan pada masa pemerintahan Prabhu Hayam Wuruk (1350-1389 M) dengan Mahapatih Gajah Mada-nya yang kesohor dipelosok Nusantara itu. Pada masa itu kemakmuran benar-benar dirasakan seluruh rakyat Nusantara. Benar-benar jaman yang gilang gemilang!

Stabilitas Majapahit sempat koyak akibat perang saudara selama lima tahun yang terkenal dengan nama Perang Paregreg (1401-1406 M). Peperangan ini terjadi karena Kadipaten Blambangan hendak melepaskan diri dari pusat Pemerintahan. Blambangan yang diperintah oleh Bhre Wirabhumi berhasil ditaklukkan oleh seorang ksatria berdarah Blambangan sendiri yang membelot ke Majapahit, yaitu Raden Gajah. Kisah ini terkenal didalam masyarakat Jawa dalam cerita rakyat pemberontakan Adipati Blambangan Kebo Marcuet. Kebo = Bangsawan, Marcuet = Kecewa. Kebo Marcuet berhasil ditaklukkan oleh Jaka Umbaran. Jaka = Perjaka, Umbaran = Pengembara. Dan Jaka Umbaran setelah berhasil menaklukkan Adipati Kebo Marcuet, dikukuhkan sebagai Adipati Blambangan dengan nama Minak Jingga. Minak = Bangsawan, Jingga = Penuh Keinginan. Adipati Kebo Marcuet inilah Bhre Wirabhumi, dan Minak Jingga tak lain adalah Raden Gajah, keponakan Bhre Wirabhumi sendiri. normal"

Namun, sepeninggal Prabhu Wikramawardhana, ketika tahta Majapahit dilimpahkan kepada Ratu Suhita, malahan Raden Gajah yang kini hendak melepaskan diri dari pusat pemerintahan karena merasa diingkari janjinya. Dan tampillah Raden Paramesywara, yang berhasil memadamkan pemberontakan Raden Gajah. Pada akhirnya, Raden Paramesywara diangkat sebagai suami oleh Ratu Suhita. ( Dalam cerita rakyat, inilah kisah Damar Wulan. Ratu Suhita tak lain adalah Kencana Wungu. Kencana = Mutiara, Wungu = Pucat pasi, ketakutan. Dan Raden Paramesywara adalah Damar Wulan. Damar = Pelita, Wulan = Sang Rembulan.

Kondisi Majapahit stabil lagi. Hingga pada tahun 1453 Masehi, tahta Majapahit dipegang oleh Raden Kertabhumi yang lantas terkenal dengan gelar Prabhu Brawijaya ( Bhre Wijaya). Pada jaman pemerintahan beliau inilah, Islamisasi mulai merambah wilayah kekuasaan Majapahit, dimulai dari Malaka. Dan kemudian, mulai masuk menuju ke pusat kerajaan, ke pulau Jawa.

Dan kisahnya adalah sebagai berikut :

Diwilayah Kamboja selatan, dulu terdapat Kerajaan kecil yang masuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Kerajaan Champa namanya. ( Sekarang hanya menjadi perkampungan Champa ). Kerajaan ini berubah menjadi Kerajaan Islam semenjak Raja Champa memeluk agama baru itu. Keputusan ini diambil setelah seorang ulama Islam datang dari Samarqand, Bukhara. ( Sekarang didaerah Rusia Selatan). Ulama ini bernama Syeh Ibrahim As-Samarqand. Selain berpindah agama, Raja Champa bahkan mengambil Syeh Ibrahim As-Samarqand sebagai menantu.

Raja Champa memiliki dua orang putri. Yang sulung bernama Dewi Candrawulan dan yang bungsu bernama Dewi Anarawati. Syeh Ibrahim As-Samarqand dinikahkan dengan Dewi Candrawati. Dari hasil pernikahan ini, lahirlah dua orang putra, yang sulung bernama Sayyid ‘Ali Murtadlo, dan yang bungsu bernama Sayyid ‘Ali Rahmad. Karena berkebangsaan Champa ( Indo-china ), Sayyid ‘Ali Rahmad juga dikenal dengan nama Bong Swie Hoo. ( Nama Champa dari Sayyid ‘Ali Murtadlo, Raja Champa, Dewi Candrawulan dan Dewi Anarawati belum dapat di-identifikasi).

Kerajaan Champa dibawah kekuasaan Kerajaan Besar Majapahit yang berpusat di Jawa. Pada waktu itu Majapahit diperintah oleh Raden Kertabhumi atau Prabhu Brawijaya semenjak tahun 1453 Masehi. Beliau didampingi oleh adiknya Raden Purwawisesha sebagai Mahapatih. Pada tahun 1466, Raden Purwawisesha mengundurkan diri dari jabatannya, dan sebagai penggantinya diangkatlah Bhre Pandhansalas. Namun dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1468 Masehi, Bhre Pandhansalas juga mengundurkan diri.

Praktis semenjak tahun 1468 Masehi, Prabhu Brawijaya memerintah Majapahit tanpa didampingi oleh seorang Mahapatih. Apakah gerangan dalam masa pemerintahan Prabhu Brawijaya terjadi dua kali pengunduran diri dari seorang Mahapatih? Sebabnya tak lain dan tak bukan karena Prabhu Brawijaya terlalu lunak dengan etnis China dan orang-orang muslim.

Diceritakan, begitu Prabhu Brawijaya naik tahta, Kekaisaran Tiongkok mengirimkan seorang putri China yang sangat cantik sebagai persembahan kepada Prabhu Brawijaya untuk dinikahi. Ini dimaksudkan sebagai tali penyambung kekerabatan dengan Kekaisaran Tiongkok. Putri ini bernama Tan Eng Kian. Sangat cantik. Tiada bercacat. Karena kecantikannya, setelah Prabhu Brawijaya menikahi putri ini, praktis beliau hampi-hampir melupakan istri-istrinya yang lain. ( Prabhu Brawijaya banyak memiliki istri, dari berbagai istri beliau, lahirlah tokoh-tokoh besar).

Ketika putri Tan Eng Kian tengah hamil tua, rombongan dari Kerajaan Champa datang menghadap. Raja Champa sendiri yang datang. Diiringi oleh para pembesar Kerajaan dan ikut juga dalam rombongan, Dewi Anarawati. Raja Champa banyak membawa upeti sebagai tanda takluk. Dan salah satu upeti yang sangat berharga adalah, Dewi Anarawati sendiri.

Melihat kecantikan putri berdarah indo-china ini, Prabhu Brawijaya terpikat. Dan begitu Dewi Anarawati telah beliau peristri, Tan Eng Kian, putri China yang tengah hamil tua itu, seakan-akan sudah tidak ada lagi di istana. Perhatian Prabhu Brawijaya kini beralih kepada Dewi Anarawati.

Saking tergila-gilanya, manakala Dewi Anarawati meminta agar Tan Eng Kian disingkirkan dari istana, Prabhu Brawijaya menurutinya. Tan Eng Kian diceraikan. Lantas putri China yang malang ini diserahkan kepada Adipati Palembang Arya Damar untuk diperistri. Adipati Arya Damar sesungguhnya juga peranakan China. Dia adalah putra selir Prabhu Wikramawardhana, Raja Majapahit yang sudah wafat yang memerintah pada tahun 1389-1429 Masehi, dengan seorang putri China pula.

Nama China Adipati Arya Damar adalah Swan Liong. Menerima pemberian seorang janda dari Raja adalah suatu kehormatan besar. Perlu dicatat, Swan Liong adalah China muslim. Dia masuk Islam setelah berinteraksi dengan etnis China di Palembang, keturunan pengikut Laksamana Cheng Ho yang sudah tinggal lebih dahulu di Palembang. Oleh karena itulah, Palembang waktu itu adalah sebuah Kadipaten dibawah kekuasaan Majapahit yang bercorak Islam.

Arya Damar menunggu kelahiran putra yang dikandung Tan Eng Kian sebelum ia menikahinya. Begitu putri China ini selesai melahirkan, dinikahilah dia oleh Arya Damar.

Anak yang lahir dari rahim Tan Eng Kian, hasil dari pernikahannya dengan Prabhu Brawijaya, adalah seorang anak lelaki. Diberi nama Tan Eng Hwat. Karena ayah tirinya muslim, dia juga diberi nama Hassan. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Raden Patah (pendiri Kerjaaan Islam Demak).Dari hasil perkawinan Arya Damar dengan Tan Eng Kian, lahirlah juga seorang putra. Diberinama Kin Shan. Nama muslimnya adalah Hussein. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Adipati Pecattandha, atau Adipati Terung yang terkenal itu!

Kembali ke Jawa. Dewi Anarawati yang muslim itu telah berhasil merebut hati Prabhu Brawijaya. Dia lantas menggulirkan rencana selanjutnya setelah berhasil menyingkirkan pesaingnya, Tan Eng Kian. Dewi Anarawati meminta kepada Prabhu Brawijaya agar saudara-saudaranya yang muslim, yang banyak tinggal dipesisir utara Jawa, dibangunkan sebuah Ashrama, sebuah Peshantian, sebuah Padepokan, seperti halnya Padepokan para Pandhita Shiva dan para Wiku Buddha.

Mendengar permintaan istri tercintanya ini, Prabhu Brawijaya tak bisa menolak. Namun yang menjadi masalah, siapakah yang akan mengisi jabatan sebagai seorang Guru layaknya padepokan Shiva atau Mahawiku layaknya padepokan Buddha? Pucuk dicinta ulam tiba, Dewi Anarawati segera mengusulkan, agar diperkenankan memanggil kakak iparnya, Syeh Ibrahim As-Samarqand yang kini ada di Champa untuk tinggal sebagai Guru di Ashrama Islam yang hendak dibangun. Dan lagi-lagi, Prabhu Brawijaya menyetujuinya.

Para Pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiva dan Para Wiku Buddha, sudah melihat gelagat yang tidak baik. Mereka dengan halus memperingatkan Prabhu Brawijaya, agar selalu berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan penting.

Tak kurang-kurang, Sabdo Palon dan Nayagenggong, punakawan terdekat Prabhu Brawijaya juga sudah memperingatkan agar momongan mereka ini berhati-hati, tidak gegabah. Namun, Prabhu Brawijaya, bagaikan orang mabuk, tak satupun nasehat orang-orang terdekatnya beliau dengarkan.

Perekonomian Majapahit sudah hampir didominasi oleh etnis China semenjak putri Tan Eng Kian di peristri oleh Prabhu Brawijaya, dan memang itulah misi dari Kekaisaran Tiongkok. Kini, dengan masuknya Dewi Anarawati, orang-orang muslim-pun mendepat kesempatan besar. Apalagi, pada waktu itu, banyak juga orang China yang muslim. Semua masukan bagi Prabhu Brawijaya tersebut, tidak satupun yang diperhatikan secara sungguh-sungguh. Para Pejabat daerah mengirimkan surat khusus kepada Sang Prabhu yang isinya mengeluhkan tingkah laku para pendatang baru ini. Namun, tetap saja, ditanggapi acuh tak acuh.

Hingga pada suatu ketika, manakala ada acara rutin tahunan dimana para pejabat daerah harus menghadap ke ibukota Majapahit sebagai tanda kesetiaan, Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker, mempersembahkan tarian khusus buat Sang Prabhu. Tarian ini masih baru. Belum pernah ditampilkan dimanapun. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piranti tari bernama Dhadhak Merak. Yaitu sebuah piranti tari yang berupa duplikat kepala harimau dengan banyak hiasan bulu-bulu burung merak diatasnya. Dhadhak Merak ini dimainkan oleh satu orang pemain, dengan diiringi oleh para prajurid yang bertingkah polah seperti banci. Sekarang dimainkan oleh wanita tulen. Ditambah satu tokoh yang bernama Pujangganom dan satu orang Jathilan. Sang Pujangganom tampak menari-nari acuh tak acuh, sedangkan Jathilan, melompat-lompat seperti orang gila.

Sang Prabhu takjub melihat tarian baru ini. Manakala beliau menanyakan makna dari suguhan tarian tersebut, Ki Ageng Kutu, Adipati dari Wengker yang terkenal berani itu, tanpa sungkan-sungkan lagi menjelaskan, bahwa Dhadhak Merak adalah symbol dari Kerajaan Majapahit sendiri. Kepala Harimau adalah symbol dari Sang Prabhu. Bulu-bulu merak yang indah adalah symbol permaisuri sang Prabhu yang terkenal sangat cantik, yaitu Dewi Anarawati. Pasukan banci adalah pasukan Majapahit. Pujangganom adalah symbol dari Pejabat teras, dan Jathilan adalah symbol dari Pejabat daerah.

Arti sesungguhnya adalah, Kerajaan Majapahit, kini diperintah oleh seekor harimau yang dikangkangi oleh burung Merak yang indah. Harimau itu tidak berdaya dibawah selangkangan sang burung Merak. Para Prajurid Majapahit sekarang berubah menjadi penakut, melempem dan banci, sangat memalukan! Para pejabat teras acuh tak acuh dan pejabat daerah dibuat kebingungan menghadapi invasi halus, imperialisasi halus yang kini tengah terjadi. Dan terang-terangan Ki Ageng Kutu memperingatkan agar Prabhu Brawijaya berhati-hati dengan orang-orang Islam!

Kesenian sindiran ini kemudian hari dikenal dengan nama REOG PONOROGO!

Mendengar kelancangan Ki Ageng Kutu, Prabhu Brawijaya murka! Dan Ki Ageng Kutu, bersama para pengikutnya segera meninggalkan Majapahit. Sesampainya di Wengker, beliau mamaklumatkan perang dengan Majapahit!

Prabhu Brawijaya mengutus putra selirnya, Raden Bathara Katong untuk memimpin pasukan Majapahit, menggempur Kadipaten Wengker.

Prabhu Brawijaya, menjanjikan daerah ‘perdikan’. Daerah perdikan adalah daerah otonom. Beliau menjanjikannya kepada Dewi Anarawati. Dan Dewi Anarawati meminta daerah Ampeldhenta agar dijadikan daerah otonom bagi orang-orang Islam. Dan di sana, rencananya akan dibangun sebuah Ashrama besar, pusat pendidikan bagi kaum muslim.

Begitu Prabhu Brawijaya menyetujui hal ini, maka Dewi Anarawati, atas nama Negara, mengirim utusan ke Champa. Meminta kesediaan Syeh Ibrahim As-Samarqand untuk tinggal di Majapahit dan menjadi Guru dari Padepokan yang hendak dibangun.

Dan permintaan ini adalah sebuah kabar keberhasilan luar biasa bagi Raja Champa. Misi peng-Islam-an Majapahit sudah diambang mata. Maka berangkatlah Syeh Ibrahim As-Samarqand ke Jawa. Diiringi oleh kedua putranya, Sayyid ‘Ali Murtadlo dan Sayyid ‘Ali Rahmad.

Sesampainya di Gresik, pelabuhan Internasional pada waktu itu, mereka disambut oleh masyarakat muslim pesisir yang sudah ada disana sejak jaman Prabhu Hayam Wuruk berkuasa. Masyarakat muslim ini mulai mendiami pesisir utara Jawa semenjak kedatangan Syeh Maulana Malik Ibrahim, yang pada waktu itu memohon menghadap kehadapan Prabhu Hayam Wuruk hanya untuk sekedar meminta beliau agar ‘pasrah’ memeluk Islam. Tentu saja, permintaan ini ditolak oleh Sang Prabhu Hayam Wuruk pada waktu itu karena dianggap lancang. Namun, beliau sama sekali tidak menjatuhkan hukuman. Beliau dengan hormat mempersilakan rombongan Syeh Maulana Malik Ibrahim agar kembali pulang. Namun sayang, di Gresik, banyak para pengikut Syeh Maulana Malik Ibrahim terkena wabah penyakit yang datang tiba-tiba. Banyak yang meninggal. Salah satunya adalah santriwati Syeh Maulana Malik Ibrahim bernama Fatimah binti Maimun. . Dan Syeh Maulana Malik Ibrahim akhirnya wafat juga di Gresik, dan lantas dikenal oleh orang-orang Jawa muslim dengan nama Sunan Gresik.

Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik telah datang jauh-jauh hari sebelum ada yang dinamakan Dewan Wali Sangha Sangha = Perkumpulan orang-orang suci. Sangha diambil dari bahasa Sansekerta. Bandingkan dengan doktrin Buddhis mengenai Buddha, Dharma dan Sangha. Kata-kata Wali Sangha lama-lama berubah menjadi Wali Songo yang artinya Wali Sembilan.: Damar Shashangka

Rombongan dari Champa ini sementara waktu beristirahat di Gresik sebelum meneruskan perjalanan menuju ibukota Negara Majapahit. Sayang, setibanya di Gresik, Syeh Ibrahim As-Samarqand jatuh sakit dan meninggal dunia. Orang Jawa muslim mengenalnya dengan nama Syeh Ibrahim Smorokondi. Makamnya masih ada di Gresik sekarang.

Kabar meninggalnya Syeh Ibrahim As-Samarqand sampai juga di istana. Dewi Anarawati bersedih. Lantas, kedua putra Syeh Ibrahim As-Samarqand dipanggil menghadap. Atas usul Dewi Anarawati, Sayyid ‘Ali Rahmad diangkat sebagai pengganti ayahnya sebagai Guru dari sebuah Padepokan Islam yang hendak didirikan.

Bahkan, Sayyid ‘Ali Rahmad dan Sayyid ‘Ali Murtadlo mendapat gelar kebangsawanan Majapahit, yaitu Rahadyan atau Raden. Jadilah mereka dikenal dengan nama Raden Rahmad dan Raden Murtolo Orang Jawa tidak bisa mengucapkan huruf ‘dlo’. Huruf ‘dlo’ berubah menjadi ‘lo’. Seperti Ridlo, jadi Rilo, Ramadlan jadi Ramelan, Riyadloh jadi Riyalat, dll. Namun lama kelamaan, Raden Murtolo dikenal dengan nama Raden Santri, makamnya juga ada di Gresik sekarang.

Raden Rahmad, disokong pendanaan dari Majapahit, membangun pusat pendidikan Islam pertama di Jawa. Para muslim pesisir datang membantu. Tak berapa lama, berdirilah Padepokan Ampeldhenta. Istilah Padepokan lama-lama berubah menjadi Pesantren untuk membedakannya dengan Ashrama pendidikan Agama Shiva dan Agama Buddha. Lantas dikemudian hari, Raden Rahmad dikenal dengan nama Sunan Ampel.

Raden Santri, mengembara ke Bima, menyebarkan Islam disana, hingga ketika sudah tua, ia kembali ke Jawa dan meniggal di Gresik.

Para pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiva dan Para Wiku Buddha, sudah memperingatkan Prabhu Brawijaya. Sebab sudah terdengar kabar dimana-mana, kaum baru ini adalah kaum missioner. Kaum yang punya misi tertentu. Malaka sudah berubah menjadi Kadipaten Islam, Palembang juga, dan kini gerakan itu sudah semakin dekat dengan pusat kerajaan.

Semua telah memperingatkan Sang Prabhu. Tak ketinggalan pula Sabdo Palon dan Naya Genggong. Namun, bagaikan berlalunya angin, Prabhu Brawijaya tetap tidak mendengarkannya.Raja Majapahit yang ditakuti ini, kini bagaikan harimau yang takluk dibawah kangkangan burung Merak, Dewi Anarawati.



Sunday, August 7, 2011

Perjuangan sebenar Tok Janggut

Saya yakin ramai yang mengenali Tok Janggut. Tetapi berapa ramai yang benar-benar tahu tentang kisah hidupnya? Kewujudan Tok Janggut dan perjuangannya pasti ada kaitan dengan nasib malang yang menimpa umat Islam seluruh dunia ketika itu, iaitu kejatuhan Khilafah Uthmaniyyah pada tahun 1924.

Cuba fikirkan, betapa selama ini sejarah kita telah diputar belit oleh zionis kuffar. Mereka berjaya mengalihkan pandangan seorang pelajar sekolah, bahawa perjuangan seorang Tok Janggut adalah kerana mempertahankan kuasa politik tradisional dan membantah cukai semata, sedangkan beliau sebenarnya mempertahankan Al-Haq! Malah mereka telah berjaya melabel dan menanamkan dalam pemikiran kita bahawa Tok Janggut adalah penderhaka dan pemberontak.

Zionis kuffar telah berjaya memanipulasi pemikiran umat islam di nusantara ini (baca: gugusan kepulauan melayu), bahawa tahap tertinggi dicapai bagi seorang Islam adalah apabila ia telah berjaya dan selesai mengerjakan haji ke makkah al-mukarramah. Pemikiran ini telah ditanam dari nenek moyang kita sehinggalah ke generasi hari ini. Walhal sebagai seorang muslim, ia wajib menjalankan tugas khalifah, iaitu memastikan seisi alam ini menyaksikan syahadah yang agung, Laa ilaaha Illallah, Muhammad Rasululullah. Itulah kemuncak ustaziatul ‘alam yang wajib dilaksanakan bagi seorang Islam. Dan Tok Janggut adalah antara figure yang cuba menjalankan kewajipan syahadah ini.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” [Surah Al-Baqarah, 2:30]

Di bawah ini disertakan bahan perkongsian yang dipetik dari laman web raykinzoku yang ditulis oleh Tengku Ahmad Zarir, seorang graduate dari Kinki University, Osaka.

Penulis asal berharap agar lebih ramai orang akan mengenali Tok Janggut bukan kerana gambar jasad beliau diperlakukan oleh Inggeris, tetapi kerana keberanian dan kematangannya dalam berjuang
demi agama dan bangsa.

Tok Janggut …….
atau nama sebenar, Haji Mat Hassan bin Panglima Munas.
Syahid pada hari ini 24 Mei,
dalam perjuangan menentang penjajahan Inggeris,
di Jajahan Pasir Puteh, Kelantan,
93 tahun yang lampau ……
Al Fatihah …..

Dahulu, lebih kurang tiga tahun yang lepas, saya pernah mencatit satu entri khas berkenaan Tok Janggut.

Apa yang asalnya diniatkan sebagai satu catitan kasual, sebagai menyempurnakan hajat seseorang, telah dengan tidak semena-menanya mendapat tumpuan ramai sehingga sendat dengan ratusan komen menyatakan minat. Dalam banyak banyak komen yang saya perhatikan, tidak kurang ada yang menarik, yang menyebabkan saya merenung kembali kisah perjuangan Tok Janggut, contohnya seperti komen ini :

i am an amateur historian. thank you for the write up. your photos will be useful
for those researching on Kelantan and its history. i had the privilege of meeting 2 of Tok Janggut’s grandson. they are proud their grandfather was a shahid. history has downplayed the extent and significance of the fight between tok janggut and the administrators then. it was a jihad of the muslims against the british rule.

Merenung kembali, memang benar sejarah kurang berlaku adil kepada Tok Janggut. Kisah perjuangan Tok Janggut, walaupun kini diabadikan dalam lembaran sejarah tanahair, disanjung dan diajar di sekolah, dirasakan seolah-olah masih atau sengaja dibiarkan tergantung. Tidak keterlaluan jika saya katakan, seolah-olah sama sebagaimana yang diperlakukan oleh Inggeris terhadap jasad Tok Janggut di Padang Bank.

Apa yang saya maksudkan dengan ” tergantung ” di sini adalah bila mana rata-rata sumber utama rujukan sejarah ( authorized sources ), dalam menghuraikan kronologi dan sebab musabbab kepada kebangkitan Tok Janggut, hanya mengutarakan faktor permasalahan cukai dan faktor kehilangan kuasa politik pembesar Melayu tradisional ( feudalisme ) sebagai punca.

Di sini, saya petik beberapa contoh dari huraian Arkib Negara Malaysia dan buku teks sejarah Tingkatan Lima sebagai bukti :

Campurtangan British di Negeri Kelantan pada awal abad keduapuluh telah menyebabkan berlaku beberapa perubahan dasar sistem pentadbiran di negeri tersebut.

Pihak British telah memperkenalkan sistem-sistem cukai yang baru yang bercanggah dengan kebiasaan rakyat tempatan dan telah melantik pegawai-pegawai untuk menggantikan tempat pembesar-pembesar daerah tradisional.

Kewujudan alat-alat pentadbiran dan campurtangan pihak British dalam pentadbiran Negeri Kelantan ini telah menggugat kedudukan pembesar-pembesar daerah serta menimbulkan kemarahan mereka yang selama ini memiliki banyak keistimewaan.

From :
Arkib Negara Malaysia : Hari Ini Dalam Sejarah Online : ” PERANG TOK JANGGUT “

184532791

* Buku Teks Sejarah Tingkatan 5 ( KBSM ), Dewan Bahasa & Pustaka, Cetakan Keempat 2006, Percetakan Watan Sdn Bhd ( Nota : Perenggan berkaitan di ” highlight ” bagi memudahkan rujukan. )

Sebenarnya, apa yang dinyatakan oleh sumber sumber di atas tidaklah bersalahan dengan apa yang benar benar telah berlaku. Cuma, secara peribadi, menyampaikan kisah Tok Janggut dalam konteks perjuangan membantah cukai dan kehilangan kuasa politik tradisional, bukan sahaja mengabaikan butiran penting lain dalam kronologi kejadian malah dirasakan mampu memberikan implikasi negatif kepada perkembangan minda generasi muda. Seolah-olah menyatakan bahawa bangsa Melayu berasal dari kelompok yang kedekut dan taksub dengan feudalisme. Apakah sebenarnya yang ingin dibuktikan melalui huraian sedemikian ?

Sedar atau tidak, dengan pentafsiran sedemikian juga, kita telah berjaya menyempurnakan agenda penjajah Inggeris tanpa mereka sendiri perlu bersusah payah menyempurnakannya. Sejarah membuktikan bahawa penjajah Inggeris sememangnya mahu perjuangan Tok Janggut digambarkan sedemikian, kerana mudah bagi mereka melabel beliau sebagai penjenayah dan pengkhianat ( tidakkah kita selalu diajar, membantah arahan pihak berkuasa adalah satu jenayah ? ) …..

…. dan sejarah juga membuktikan bahawa dengan menonjolkan Tok Janggut sebagai seorang penjenayah dan pengkhianat, mereka telah berjaya mengalihkan perhatian orang Melayu Islam dari memikirkan isu global berkaitan umat Islam yang sedang hangat ketika itu !

Laporan berikut, yang dipetik dari akhbar The New York Times, bertarikh 15 November, 1914, menjelaskan usaha awal Inggeris untuk memastikan orang Melayu terus terserkup di bawah tempurung :

17708716

Source :
The New York Times Online Archive, 15 November 1914 ( PDF format here )

Menurut laporan di atas, pada 14 November 1914, Sultan Kelantan ( Sultan Muhammad IV, 1900 ~ 1920 ), telah mengeluarkan jaminan taat setia kerajaan Kelantan kepada Inggeris ekoran Perang Dunia Pertama di Eropah.

Inggeris pada masa itu, sedang berperang dengan kerajaan Turki Uthmaniyyah yang bersekutu dengan Austria-Hungary dan Jerman. Inggeris telah menekan pihak istana untuk mengisytiharkan solidariti bersama – tindakan yang mengecewakan Tok Janggut lantas memilih untuk bangkit sendiri menentang Inggeris …..

Tetapi mengapa Kelantan ? Mengapa Turki Uthmaniyyah !?

Perlu diingatkan bahawa pada masa itu, kerajaan atau empayar Turki Uthmaniyyah dianggap oleh kebanyakan umat Islam di dunia, termasuk juga di Kelantan, sebagai pelindung serta pemimpin ummah. Kebetulan pula di Kelantan, hampir keseluruhan penduduk adalah beragama Islam bermazhab Shafie ( dinyatakan di situ, ” Shaffa Mohammedanism ” ) dan kuasa politik adalah di tangan pemerintah beragama Islam ( walaupun di bawah pengaruh Inggeris ).

Walaupun demikian, itu bukanlah perkara yang paling dirisaukan oleh Inggeris. Inggeris lebih gusar dan khuatir akan hakikat hubungan dan pergantungan Kelantan dengan Timur Tengah dari sudut ideologi dan politik, yang telah berlangsung sejak berkurun lamanya. Ramai rakyat Kelantan berulang alik ke Makkah untuk menuntut ilmu, menunaikan ibadat Haji dan tidak kurang juga ada yang memiliki kepentingan di sana. Tok Janggut berada dalam kelompok ini, seorang terpelajar yang pernah menuntut ilmu dari Pattani hingga ke Makkah. Kebetulan juga, Makkah ketika itu merupakan wilayah Turki Uthmaniyyah, yang pastinya sedang marak dengan propaganda anti-Inggeris ketika Inggeris sedang berperang dengan Turki. Inilah yang dirisaukan oleh Inggeris.

Walau bagaimana pun, dalam hal ini, menyedari hakikat masyarakat Melayu yang amat mentaati Raja, Inggeris telah mengambil jalan memaksa pihak Istana untuk menyatakan pendirian yang selari dengan mereka, dengan harapan, kemarahan masyarakat Islam Kelantan terhadap peranan Inggeris dalam Perang Dunia Pertama dapat dikekang.

Namun, malang bagi Inggeris, jaminan yang diberi hanya bertahan selama lima bulan sahaja dan ” kekacauan ” ( disturbance ) yang dirisaukan telah benar benar berlaku di Pasir Puteh pada April 1915, di bawah pimpinan Tok Janggut ( antara sebab mengapa Tok Janggut diisytiharkan Inggeris sebagai ” pemberontak “ dan ” pengkhianat “ ).

Apa yang menarik, perkara yang paling dirisaukan Inggeris di Kelantan sebenarnya telah terlebih dahulu berlaku di Singapura, kubu kuat Inggeris di Asia Tenggara. Pada Februari 1915, askar upahan Inggeris dari India yang beragama Islam telah bangkit memberontak. Peristiwa berdarah yang dikenali sebagai Dahagi Singapura 1915 atau The 1915 Singapore ( Sepoy ) Mutiny ini, telah menyebabkan lebih kurang 50 orang Eropah terkorban. Puncanya, tidak lain tidak bukan adalah kerana peperangan Inggeris dengan Turki Uthmaniyyah, ditambah pula dengan fatwa berjihad yang dikeluarkan oleh kerajaan Uthmaniyyah. Dikatakan Tok Janggut telah mengikuti perkembangan pemberontakan ini lalu merancang penentangan di Pasir Puteh.

Biar pun segera ditumpaskan, kejadian pemberontakan ini begitu memalukan Inggeris. Mengambil iktibar, Inggeris telah mengambil langkah berjaga jaga dan malang sekali, penentangan Tok Janggut menyusul dua bulan selepas itu dalam keadaan Inggeris sudah bersedia. Akibatnya, Tok Janggut telah diganyang sedasyat dasyatnya oleh Inggeris dan ini dapat disaksikan melalui bagaimana jenazahnya diperlakukan di Padang Bank.

Mengenangkan apa yang telah dilalui oleh Tok Janggut, adalah dirasakan amat tidak wajar jika kisah beliau terus dibaca dalam konteks sedia ada ( penekanan kepada permasalahan cukai & kehilangan kuasa feudal ). Perhatian perlu diberikan kepada konteks yang lebih global seperti yang dinyatakan di atas – sesuai dengan keadaan dunia masa kini serta hakikat diri dan latar belakang Tok Janggut sendiri.

Tok Janggut sebenarnya bukanlah seorang jaguh kampung yang buta huruf. Beliau adalah seorang yang terpelajar, yang pernah mengembara menuntut ilmu dari Pattani sehingga ke Makkah. Kerana itu, rangkaian serta jaringan maklumatnya cukup baik. Beliau jelas tahu apa yang sedang berlaku di dunia ketika itu, khususnya nasib yang menimpa Dunia Islam – kecelaruan dan perpecahan yang melanda umat Islam angkara masalah dalaman dan penjajahan asing. Beliau juga sedar bahawa simbol kekuatan politik umat Islam tika itu, Empayar Turki Uthmaniyyah, sedang diancam dan cuba dihapuskan oleh Inggeris melalui Perang Dunia Pertama.

Kerana itu juga, Tok Janggut adalah seorang yang berfikiran GLOKAL ( yakni, a person who thinks globally and acts locally ). Ini dapat dilihat melalui keprihatinan beliau terhadap nasib Dunia Islam yang dipadankan dengan suasana setempat, yang kemudiannya ditafsirkan melalui penentangan bersenjata pada tahun 1915.

Sayang sekali, hakikat ini selalu sahaja tenggelam, samar samar atau langsung gagal dinyatakan dalam huraian kontemporari sejarah Tok Janggut, hingga menampakkan perjuangan beliau sebagai bercorak parokial ( kekampungan ) yang hampir tidak membawa apa apa makna.

BACAAN BERKAITAN

Nasron Sira Rahim, Berita Harian : ” Tok Janggut “

INGGERIS cuba menyembunyikan cerita sebenar mengenai Tok Janggut. Lelaki itu dan kumpulannya dituduh penderhaka kepada sultan, bangsa dan tanah airnya iaitu Kelantan.

Perjuangan tokoh yang nama sebenarnya, Mat Hassan Panglima Munas itu cuba dinafikan, malah perkataan ‘jihad’ yang dilancarkan Tok Janggut diganti dengan perkataan ‘pemberontakan’ dan ‘penderhakaan’.

Rujukan alternatif

Emmeline Tan, The Star Online ; November 24, 2007 : ” One Moment In Time “

The story of a Kelantanese rebel who fought against the British comes alive in the Tok Janggut Trail.

A declaration of jihad (holy war), an insurrection against foreign invaders, the death of a rebel leader and the parade of his corpse before it was hung upside-down in public as a warning – this is the story of Kelantan’s Tok Janggut.

SP Star : ” Penentangan di Kelantan “

Pengaruh luar seperti Perang Dunia Pertama dan Dahagi di Singapura pada tahun 1915 juga mempengaruhi penduduk Kelantan melancarkan kebangkitan terhadap pentadbiran British.

Orang Kelantan percaya British akan mengalami kekalahan dalam Perang Dunia I. Begitu juga apabila Dahagi meletus di Singapura pada tahun 1915. Penduduk Kelantan mendapat berita bahawa tentera India berjaya membunuh orang Eropah secara beramai-ramai. Kesannya, kejayaan Dahagi ini menyebabkan orang Kelantan tidak lagi menghormati orang Eropah sebagaimana sebelumnya.

Hasrizal Abdul Jamil : ” Hubungan Alam Melayu – Turki : Merentasi Sejarah “

Sebuah lagi catatan penting ekoran daripada gerakan Pan-Islam Sultan Abdul Hamid II adalah tercetusnya Dahagi Singapura pada tahun 1915.

Sehingga pada hari ini, sebab sebenar yang mencetuskan Dahagi tersebut masih belum didedahkan kepada umum kecuali dengan beberapa andaian yang berhasil semenjak beberapa tahun yang lalu. Ini berikutan daripada polisi Britain sendiri yang merahsiakan perkara tersebut.

Dahagi ini sebenarnya bermula ekoran daripada bantahan askar India dan Melayu Muslim daripada dihantar ke Timur Tengah bagi menyertai tentera Arab menentang pemerintahan Khilafah Othmaniah semasa Revolusi Arab 1916.

http://w3.spancity.com/yosri/DaftarT.htm

Tok Janggut

” Nama sebenarnya adalah Haji Mat Hassan bin Panglima Munas.
Selepas Perjanjian Bangkok 1909, British mengambil alih pemerintahan
Kelantan daripada Siam dan mula membawa pelbagai perubahan khususnya
dari segi pentadbiran.

Perubahan yang diperkenalkan telah menyentuh kedudukan dan keistimewaan
pemimpin tradisional di negeri Kelantan. Antara yang paling sensitif ialah mengenai
pengenaan cukai kepala RM 1.00 seorang setahun, pokok buah-buahan 3 sen
setahun, kelapa 3 sen setandan dan sireh 5 sen sejunjung. Pada 29 April 1915,
pentakbiran Jeram, Pasir Puteh, Kelantan telah diambil alih oleh Encik Latiff seorang
pegawai takbir British yang berasal dari luar Kelantan, menggantikan Engku Besar.

Pertelingkahan mengenai cukai dan urusan pengutipan cukai yang terlalu lambat
sehingga berlarutan selama tiga hari, menyebabkan Haji Mat Hassan bin Panglima
Munas enggan membayar cukai. Encik Latiff mengarahkan satu pasukan polis diketuai
oleh Sarjan Sulaiman (Che Wan) bertolak ke Kampung Tok Akib dan menemui Haji Mat
Hassan bin Panglima Munas pada 29 April 1915.

Dalam satu pergelutan yang berlaku, Sarjan Sulaiman telah terbunuh. Haji Mat Hassan
bin Panglima Munas kemudiannya menghimpunkan orang-orangnya menuju ke Pasir
Puteh. Encik Latiff pula telah melarikan diri ke Kota Bharu. Bantuan daripada Singapura
dan Negeri Melayu Bersekutu dikejarkan ke Pasir Puteh pada 6 Mei 1915.

Satu pertempuran berlaku pada 25 Mei 1915 di Kampung Merbuk dan Kampung Pupuh.
Kebangkitan Haji Mat Hassan bin Panglima Munas menyebabkan Sultan Kelantan yang
memerintah pada masa itu merasa terancam dan menganggap Tok Janggut sebagai
penderhaka dan dalam pertempuran di Kampung Pupuh, Haji Mat Hassan bin Panglima
Munas telah terbunuh. Mayat Tok Janggut di bawa ke Kota Bharu dalam kereta lembu
yang memakan masa satu hari.

Setelah digantung beberapa hari di hadapan istana, di Padang Bank (Padang Merdeka)
mayat Haji Mat Hassan bin Panglima Munas dikebumikan di Pasir Pekan. “

GAMBAR BERKAITAN

PADANG BANK, KOTA BHARU

Padang Bank di Kota Bharu 1930

* Poskad lama awal 1930an, yang memaparkan Monumen Perang Dunia Pertama dan Padang Bank di Kota Bharu. Imej ” dipinjam ” dari blog Northernmalaya. Turut kelihatan adalah bangunan Istana Jahar. Foto dirakam sekitar 1930an.

Tok Janggut

*dikatakan inilah mayat Tok Janggut. Ada yang mengatakan ini bukan mayat Tok Janggut tetapi adalah salah seorang pengikutnya yang terbunuh dalam peperangan bersama Tok Janggut, ada yang mengatakan British tersalah mengecam identiti Tok janggut. Bagaimanapun, ia tidak disokong oleh bukti yang kuat. Penulis asal percaya inilah jasad Tok Janggut.

tok janggut digantung

*Setelah gugur syahid di Pasir Puteh, jasad Tok Janggut telah dibawa ke Kota Bharu dan digantung songsang di khalayak ramai, di Padang Bank. Sebagai tontonan dan pengajaran kepada rakyat Kelantan yang terfikir untuk menentang Inggeris.

18384060jpg

* Monumen Perang Dunia Pertama dan Padang Bank pada masa sekarang. Foto dirakam awal Jun 2008.

a-bilingual-description-on-tok-janggut-and-his-life-story-and

*diskripsi dwibahasa mengenai Tok Janggut dan kisah hidupnya.

17928662jpg1

17928663jpg1

* Keadaan makam Tok Janggut pada masa sekarang di Pasir Pekan. Foto dirakam pada awal Jun 2008. Kawasan di mana jasad Tok Janggut dikebumikan bukanlah tanah perkuburan. Beliau ditanam bersendirian, jauh dari orang lain, di dalam sebuah liang lahad tanpa nisan (sehingga seseorang membuat keputusan untuk meletakkan sesuatu di kuburnya)

9728273

*Penduduk tempatan mahukan Tok Janggut dihormati.

20020000827g1

* Tentera British bergambar. Tulisan di kaki mereka jelas menunjukkan Pasir Puteh 14-10-1915. Lebih kurang 5 bulan selepas pemberontakan yang mahsyur itu berlaku di tempat ini. Askar ini dihantar dari Singapore dan gambar ini membuktikan bahawa mereka masih berada di sana walaupun sudah berbulan berlalu sejak kematian Tok Janggut. Mungkin askar ini mahu berjaga-jaga dari pemberontakan yang mungkin berlaku oleh para pengikut Tok Janggut.

Sumber dari of Arkib Negara Malaysia ( National Archive ) search site.

*****Sebelum ini aku sendiri tidak sedar perjuangan sebenar Tok Janggut sehinggalah menemui artikel yang cukup detil bagi aku.Artikel diatas aku copy dari blog Iniceritakita.Wordpress.Com . Kebiasaanya maklumat yang diperolehi sekadar infor sahaha tidak lebih dari itu.Ramai lagi pejuang-pejuang sebenar negara kita yang wajib kita hargai seperti Mat Kilau , Mat Salleh , Rentap , Dato Bahaman , Dato Maharaja Lela , Dol Said , Tok Gajah , Haji Abdul Rahman , Antanom . U all semua boleh baca kisah tokoh-tokoh ini di lamanweb SemangatMerdeka.Net .


Posted by Sabri Ahmad in Ekonomi,Luahan Jiwa


Tuesday, August 2, 2011

SEJARAH & FADHILAT AYAT KURSI

Ayat ini diturunkan setelah hijrah. Semasa penurunannya ia
telah diiringi oleh beribu-ribu malaikat kerana kehebatan dan
kemuliaannya. Syaitan dan iblis juga menjadi gempar kerana adanya satu
perintang dalam perjuangan mereka. Rasullah s. a. w. dengan segera
memerintahkan Zaid bt sabit menulis serta menyebarkannya.


Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali
selepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluar
masuk rumah atau hendak musafir, InsyaAllah akan terpeliharalah dirinya
dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan
memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga
akan terpelihara dengan izin Allah s. w. t.

Mengikut keterangan dari kitab"Asraarul Mufidah" sesiapa mengamalkan membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah. Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, InsyaAllah Allah akan mencerdaskan akal fikirannya serta Fadhilat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-Hadis Rasullullah
s. a. w. bersabda bermaksud:

"Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah
hilangkan segala kefakiran di depan matanya."

Sabda baginda lagi;

"Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi Jumaat,
kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah memeliharanya
daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar."

Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara
Allah sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad. Mereka yang beramal
dengan bacaan ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan
Allah daripada gangguan serta hasutan syaitan. Pengamal ayat Kursi juga,
dengan izin Allah, akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat
Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat pencuri daripada memasuki
rumah. Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan
ketika dalam perjalanannya. Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk,
Insya-Allah, boleh menyebabkan syaitan dan jin terbakar. Jika anda
berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama anda menduduki rumah itu eloklah anda membaca ayat Kursi 100 kali, insya-Allah mudah-mudahan anda sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin. Barang siapa
membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah
mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.


Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang
Fardhu, ia akan berada dalam lindungan Allah hingga sembahyang yang
lain. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak
menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapa
membacanya ketika hendak tidur, Allah memelihara akan dia ke atas
rumahnya, rumah jirannya & ahli rumah2 di sekitarnya. Barang siapa
membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap-tiap sembahyang Fardhu, Allah
menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur perbuatan2 orang yang
benar, pahala nabi2 juga Allah melimpahkan padanya rahmat. Barang siapa
membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah mengutuskan
70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah azza wajalla akan mengendalikan pengambilan rohnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama nabi Allah sehingga mati syahid. Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya Dari Abdullah bin 'Amr r. a. , Rasullullah s. a. w. bersabda,

" SAMPAIKANLAH PESANKU BIARPUN SATU AYAT...."

Lokasi Bahtera Nabi Nuh bukan di MT Arafat

"Penyelidikkan bahtera nuh semuanya dilakukan oleh sarjana barat berdasarkan bible. Bible menyebut Ararat tetapi al-Quran menyebut Judi. Adakah mereka gunung yg sama ?

Contoh kayu yg diambil drpd bahtera di Ararat baru berusia 1400 tahun dan pendedahan saintis HongKong menyatakan bahtera Nuh yg ditemui di Turki tersebut adalah palsu.

Kenapa saintis barat beriya –riya mahu mengajak masyarakat dunia mempercayai yg terdapat di Turki itu Bahtera Nuh sedangkan pada waktu yg sama mereka masih mencari di tempat lain bahtera yg sebenar ?

Hal yg sama berlaku kepada lokasi sebenar Mt Sinai. Jabal al-Lawz merupakan lokasi sebenar Mount Sinai terletak di daerah Midian Arab Saudi, disembunyikan dari pengetahuan umum. Kenapa kedua tempat tersebut perlu disembunyikan dari pengetahuan umum terutamanya Islam ?

Kerana kedua tempat di atas berkait rapat dengan masa depan iaitu dengan kebangkitan Islam.

- Mt Sinai merupakan tempat dimana Nabi Isa membawa manusia berlindung dari kejahatan Yaajud Maajud. Mereka berfikir dengan menyembunyikan lokasi sebenar Mt Sinai maka Yaajud Maajud akan berjaya membunuh semua muslimin termasuk Nabi Isa akibat melarikan diri di tempat yg bukan Sinai sebenarnya.

- Tempat dimana mendaratnya bahtera Nuh, Bukit Judi merupakan tempat pentunjuk arah yg akan bangkitnya seorang Pejuang Islam di akhir zaman dan tempat yg banyak menyimpan khazanah galian untuk bekalan umat Islam memerintah dunia kemudian hari.

Malangnya tiada sarjana Islam mengkaji lokasi sebenar Bukit Judi tersebut sedangkan semua sumber adalah berdasarkan sarjana Barat yg penuh tipu helah. Mereka sudah membuat kajian sejak tahun 1300 lagi. Mereka sudah ada jawapannya tetapi mereka menyembunyikan fakta sebenar.

Kajian boleh dimulakan dengan mengkaji persoalan berikut :

  1. Mengapakah Rasulullah menyuruh keturunannya(Bani Hashim) pergi ketempat yg bernama Samudra (Satu tempat di daerah Nusantara) untuk mengelakkan mereka di bunuh/buru puak kafir.

2.Apakah motif Barat yg di ketuai British melakukan penjajahan di Nusantara. Mereka berbohong di atas alasan ekonomi tetapi sebenarnya :

2.1 mereka mencari dan membunuh keturunan Bani Hashim/Tamim di seluruh Nusantara yg kelak akan mengetuai gerakan Islam se-dunia di dalam perang dunia 3. Sebab itulah British bersungguh-sungguh memerangi pejuang seperti Datuk MaharajaLela, Datuk Bahaman, Mat Kilau, Tok Janggut dan membunuh ribuan alim ulama di seluruh Nusantara dan sesiapa sahaja yg disyaki Bani Hashim/Tamim.

2.2 mereka cuba mencari kedudukan sebenar Bukit Judi yg merupakan pentunjuk yg jelas tempat yg akan lahirnya pejuang Islam. Tetapi mereka tertipu dgn menganggap Mount OPHIR (Gunung Ledang) sebagai Bukit Judi.

3.Mengapa semua Kerajaan Khalifah Islam berjaya di musnahkan dan berjaya di tukarkan sepenuhnya kepada sistem Republik(sistem Dajjal) termasuk Othmaniah oleh British/Barat kecuali Nusantara (Brunei/Malaysia). Sistem khalifah di Arab Saudi pun, khalifah telah diganti dgn Raja Saud yg bukan dari keturunan Bani Hashim dgn menidakkan Syarif Mekah.

4.UMNO-parti peninggalan British, sejak dari zaman Mahathir bercita-cita mahu bertukar ke sistem Republik tetapi hanya setakat berjaya mengurangkan kuasa Sultan dan kini Rosmah/Najib mahu mencuba lagi dgn membiasakan masyarakat mengelarkan dirinya fisrst lady. Tetapi ketentuan Tuhan, mereka akan gagal.

5.Ketika era Dinasti Ming – mengapa maharaja menyerah surat watikah kepada cucunya untuk sebarkan Islam di satu tempat di wilayah Nusantara.

6.Semenanjung Melaka ( nama sebenar Tanah Melayu sebelum ditukar British, dan Malaysia oleh Amerika) kaya dgn galian digelar semenanjung emas merupakan tempat Nabi Sulaiman dan Iskandar Zulkarnain datang mencari emas dan galian terutama bijih besi. Bukankah khazanah ini penting untuk sesuatu pemerintahan.

7.Hadis-hadis perihal kebangkitan pemuda dari timur (Afghanistan atau Nusantara)

A.Daripada Ibnu Umar, bahawa Rasulullah SAW sambil memegang tangan Sayidina Ali; baginda berkata: "Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu hendaklah bersama Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi." (Hadis riwayat At Tabrani)

B. Dari Tsauban r.a dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, akan datang Panji-Panji Hitam (kekuasaan) dari sebelah Timur, seolah-olah hati mereka (pendukung-pendukung) umpama kepingan-kepingan besi (jiwa berani). Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiklah kepada mereka sekalipun merangkak di atas salji. (Dikeluarkan oleh Al Hafiz Abu Naim)


Kenapa tidak mahu mengkaji bahtera Nuh dari sudut Islam.?Bukankah Jibrail diutuskan utk mengajar Nabi Nuh membina kapal?Bukankah Nabi Nuh disuruh memotong 124000 keping papan dan Jibrail akan menulis nama nama nabi bermula dari Nabi Adam hingga ke Nabi Muhammad? Begitu juga dengan paku paku yg terdapat nama nama nabi? Adakah bahtera Nuh Ararat terdapat ciri-ciri yg tersebut?

3:54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Surat Al – Imron Ayat 51 S.d 60)

__._,_.___